Tampilkan postingan dengan label football. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label football. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 07 Januari 2012

Mangkir Latihan, Irfan Bachdim Terancam Dipecat


Manajemen Persema mengancam memecat Irfan Bachdim karena mangkir dari pemusatan latihan (TC) di Batu, Malang, tanpa pemberitahuan apapun, baik kepada manajemen maupun pelatih Slave Radovski.


CEO Persema Didied Purnawan Affandi mengakui, sanksi tegas harus diterima Irfan jika terbukti mangkir dari latihan dan TC Persema di Batu.


"Irfan tidak bisa bersikap seenaknya karena dia terikat kontrak dengan Persema selama dua tahun. Apapun kegiatannya harus sepengetahuan manajemen," katanya di Malang, Sabtu (7/1).


Jika Irfan sudah di Malang, katanya, pihaknya akan memanggil pemain blasteran Indonesia-Belanda itu untuk mempertanggungjawabkan sikapnya yang mangkir dari TC Persema di Batu.


Selain terancam dicoret dari tim, katanya, Irfan juga harus rela dipotong gajinya sebagai denda sebesar satu juta rupiah per hari. Pemotongan gaji setiap pemain yang mangkir dari latihan itu sesuai perjanjian (kontrak).


Didied yang juga Pembantu Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (UB) itu mengatakan, di Persema tidak ada pemain bintang dan diistimewakan.


Siapapun yang tidak disiplin dan melanggar ketentuan kontrak, katanya, pasti akan disanksi.


Sejak menjadi model iklan dan namanya melambung ketika memperkuat Timnas di Piala AFF 2010, catatan kedisiplinan Irfan Bachdim cukup memprihatinkan sebagai seorang atlet nasional.


Sebelumnya Irfan juga pernah dicoret dari Timnas U-23 yang dipersiapkan untuk menghadapi SEA Games XXVI di Palembang karena juga mangkir dari pemusatan latihan Timnas U-23.


Kasus Irfan di Timnas U-23 yang kala itu dilatih oleh Rachmad Dharmawan tersebut juga sampai di meja Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Irfan akhirnya dijatuhi denda Rp100 juta dan hukuman tidak boleh membela timnas selama satu tahun dengan masa percobaan tiga bulan.


"Saya tahu dia (Irfan, red.) pemain bagus, tapi kalau indipliner buat apa, justru nanti akan berpengaruh buruk terhadap tim," kata pelatih Persema Slave Radovski.


Karena tidak disiplin dan mangkir dari TC, Irfan juga terancam tidak diturunkan ketika Persema menghadapi Bontang FC, 15 Januari 2012. (Ant)

KONI Pusat Menilai ??

KONI Pusat menilai belum perlu dilakukan Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI seperti yang dituntut Forum Pengrov PSSI. KLB bukan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah PSSI sehingga KLB tidak perlu dilakukan.


“Tidak perlu KLB, buat apa? Kan sudah ada saya. Ngapain harus buang-buang waktu jauh ke sana. Dalam 3-4 hari akan ada jawabannya. Tidak akan ada yang dikorbankan. Semua kita tampung dalam satu organisasi yang baik,” kata Ketua KONI Pusat, Tono Suratman, usai bertemu Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin d kantor PSSI Senayan, Kamis (5/1) sore.


Mengenai keberadaan Komite Penyelamat Sepakbola Nasional (KPSI), Tono menilai sah-sah saja. Namun menurutnya, organisasi itu hanya bersifat situasional. “Kan harus ada organisasinya. Yang sekarang ini situasional, boleh saja selama mengikuti aturan yang berlaku,” kata dia.


Dikatakan mantan Komandan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) SEA Games ini, mengatakan, dalam pertemuan dengan Djohar Arifin dirinya telah mendapat penjelasan mengenai semua program PSSI meliputi peningkatan prestasi dan pembinaan yang sedang di lakukan.


“Ini tadi baru pertama kalinya saya datang ke kantor PSSI. Saya mendapatkan pemaparan program-program yang akan dilakukan pengurus PSSI dalam empat tahun ke depan. Dan Saya sangat mendukung program kerja PSSI, seperti pembinaan berjenjang sepakbola dari usia dini sampai senior,” ujar Tono Suratman.
Tono Suratman mendatangi kantor PSSI di Senayan untuk mendapat gambaran kisruh yang terjadi di lingkungan PSSI. Tono disambut Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, Wakil Ketua Umum PSSI Farid Rahman dan Sekjen PSSI, Tri Goestoro.


Sementara itu, Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husein, mengatakan, keterlibatan KONI untuk menyelesaikan kisruh PSSI berdampak positif. Oleh karena itu, ia sangat menghargai sikap KONI yang turut membantu menyelesaikan masalah itu.


“Sejak awal sebenarnya kami membuka pintu untuk suasana damai, bahkan sampai sekarang kami masih buka pintu. Kami harap semua kembali ke rumah, apalagi ada yang mau membantu dari Ketua Umum KONI, sangat kami menghargai,” kata Djohar.


Dikatakan Djohar, adanya keterlibatan KONI ini juga akan memudahkan PSSI melakukan dan fokus kepada program yang telah digalakkan, khususnya untuk 2012. Karena pada tahun ini PSSI telah menyiapkan serangkaian pembinaan usia dini untuk U-16, U-17, U-18 dan U-20. Selain itu, PSSI juga menyiapkan skuad timnas U-23 untuk Piala AFF pada pertengahan tahun 2012, selain untuk SEA Games tahun 2013 mendatang.

Jumat, 06 Januari 2012

Pelatih Persipura JayaPura, Jacksen Tiago, Berharap ??

Pelatih Persipura Jayapura, Jacksen Tiago, berharap kisruh yang saat ini terjadi dalam tubuh organisasi PSSI segera berakhir dan sepak bola Indonesia bisa damai seperti semula.

"Saya berharap apa yang terjadi dengan sepak bola Indonesia saat ini bisa segera berakhir dan tidak ada lagi polemik ke depannya. Saya tidak ingin bicara PSSI karena ini tahun baru dengan harapan yang baru. Namun saya berharap tidak ada lagi polemik dan rasa was-was. Jadi semoga semua segera berakhir dan tidak ada lagi polemik dalam sepak bola Indonesia," katanya di Jayapura, Jumat (06/01).

Pelatih yang dua kali membawa tim "Mutiara Hitam" juara Liga Super Indonesia itu menuturkan, selama 17 tahun berkarir dalam sepak bola Indonesia, baik saat masih jadi pemain maupun ketika jadi pelatih, baru kali ini dirinya melihat sepak bola Indonesia mengalami kisruh seperti ini.

"Saya 17 tahun berada di Indonesia dan baru kali ini sepak bola Indonesia seperti ini. Semoga cepat selesai. Apapun polemik yang terjadi, harusnya selesai, sehingga kita kembali membahas pemain-pemain seperti Boaz, Bambang Pamungkas, M Ridwan dan lainnya," katanya.

"Serta tentang kemampuan pelatih, pemain, indahnya pertandingan yang dilakoni tim. Penonton bisa kembali ke stadion. Saya hanya berharap semua kembali seperti semula," harap Jacksen Tiago.

Meski demikian, pelatih asal Brasil itu tidak ingin memberikan komentarnya terkait kisruh sepak bola Indonesia saat ini.

"Saya tidak mau bicara apapun mengenai politik atau apapun itu. Saya hanya berharap semua kembali seperti semula, dan olahraga yang kita lakukan benar-benar jadi olahraga tidak lebih dari itu," papar Jacksen.

Lebih lanjut Jacksen Tiago yang semasa jadi pemain sempat memperkuat Persebaya Surabaya menambahkan, sepak bola Indonesia sangat baik dan punya ciri khas tersendiri yang akan sangat maju jika dikembangkan, untuk itu, perlu kerja sama semua pihak untuk bersama-sama memajukan 'dunia sepak bola' Indonesia

Lionel Messi Akan Mencetak 63 Gol Musim Ini?

Ia tengah sakit flu. Ia pun cuma turun dalam 32 menit. Namun, Lionel Messi memiliki mantra luar biasa di depan gawang lawan. Dengan kondisi tak sempurna, Mesiah masih mampu mencetak 2 gol ke gawang Osasuna.
Lionel Messi 3
2 tembakan sempurna itu membuat torehan golnya menjadi 31 gol. Hebatnya, ia membobol gawang lawan sebanyak itu hanya dalam 27 pertandingan. Artinya, rata-rata, setiap laga, Messi mengemas1,15 gol.
Rerata ini yang paling baik dalam sejarahnya merumput bersama Barcelona. Bahkan, jika ia terus mempertahankan rerata ini, hal spektakuler akan terjadi akhir musim nanti. Bandingkan saja rekor gol Messi dari musim ke musim.
Messi tak terlalu banyak mencetak gol ketika Frank Rijkaard menjadi pelatih. Di samping keterpencilannya oleh sang maestro sebelumnya, Ronaldinho, Messi ditaruh Rijkaard di posisi gelandang serang murni yang kurang fleksibel. Hasilnya, Messi memang tampil fantastis. Tapi, tetap kurang “menggigit” urusan mencetak gol.
  • Pada musim 2004/2005, atau musim debut resminya, Messi cuma mengemas 1 gol dalam 9 laga.
  • Musim berikutnya, ketika kepercayaan Rijkaard mulai tumbuh, Messi lebih banyak mendapatkan kesempatan bermain. Ia mengemas 8 gol dan 4 assist dalam 25 pertandingan.
  • Musim 2006/2007, produktivitas Messi melesat lebih dari 100%. Dengan total 36 laga, sang penyihir mampu mengemas 17 gol dan 3 assist.
  • Di musim terakhir Rijkaard menangani Barcelona, Messi tampil lebih banyak pula. Ia 16 kali membobol gawang lawan dalam 40 pertandingan.
Di akhir musim, Rijkaard pergi dan sebagai gantinya, datanglah Pep Guardiola yang sudah begitu mengenal Messi sejak lama. Pep tahu apa yang harus dilakukan untuk menebus bakat alami sang bintang. Yaitu, menggadaikan bintang lain.
Ronaldinho memang ajaib. Ia memberikan sentuhan magis di Camp Nou. Dinho menjadi salah satu dari sedikit pemain yang bisa diberi applaus oleh penonton Real Madrid.
Namun, membuat Ronaldinho permanen di Barcelona adalah petaka bagi si mungil Messi. Salah satu harus keluar demi yang lain dan si tonggoslah yang dipilih Pep.
Fakta membuktikan, insting Guardiola 100% benar. Lionel Messi didorongnya lebih ke depan. Sementara, para penyerang Barcelona dimintanya untuk bermain melebar sekaligus menjadi tembok penipu pertahanan lawan. Hasilnya, Messi pun menjadi juru gedor paling mengerikan.
  • Musim pertama bersama Pep dilalui Mesiah dengan 38 gol dalam 51 penampilan. Assistnya juga melesat ke angka 18. Jika dibuat perbandingan, jumlah ini melesat 223%  daripada gol terbanyak yang diciptakan Messi bersama Rijkaard.
  • Musim kedua, Messi semakin melonjak. Ia mampu mengemas 47 gol dalam 53 pertandingan. Semakin naik pula persentase mencetak golnya dalam setiap laga menjadi 88,67%.
  • Musim lalu semakin sensasional. Pacar Antonello Rocuzzo mencetak 53 gol dalam 55 pertandingan. Assistnya melesat hampir 100% dari rekor assist terbanyak di era Rikjaard.
Nah, musim ini, taruhlah Barcelona akan mencapai jumlah pertandingan yang (minimal) sama dengan musim lalu. Yaitu, 55. Kalikan saja dengan rerata gol Messi dan hasilnya adalah 63 gol!
Kita lihat saja apakah manusia komputer akan menyukai statistik ini dan mengabulkan permintaan penggemar sepakbola indah di seluruh dunia.

Andik Vermansyah Masuk Daftar 10 Pemain Asia Paling Potensial Tahun 2012

Namanya tengah mengudara di seluruh Indonesia. Andik Vermansyah juga sudah membuat dua klub Portugal, Benfica dan Porto, memperebutkannya. Namun, sensasi sang gelandang serang Persebaya belum berhenti. Ia baru saja dimasukkan dalam daftar 10 Pemain Asia Paling Menjanjikan Tahun 2012 versi ESPN.
Andik Vermansyah David beckham
John Duerden sang kolumnis ESPN, berkomentar, “Dia (Andik) bertukar kaus dengan David Beckham dan menerima pujian dari sang superstar hanya beberapa pekan lalu. Jika rumor yang beredar selama ini benar, pemain berusia 23 tahun akan bergabung dengan jajaran klub elite Eropa seperti Benfica dan AC Milan.”
“Bosnya di Persebaya 1927 mungkin terlalu menggembar-gemborkan isu. Namun, dengan banyaknya peminat dari klub Eropa, Andik Vermansyah bukanlah pemain Indonesia pada umumnya. Sang gelandang serang terkenal dengan kelincahan dan skill individu menawan, sehingga ia disebut sebagai Lionel Messi. Mungkin hal tersebut agak tidak realistis. Namun, ketika bola ada di kakinya, Vermansyah adalah segalanya.”
Selain Andik, ada 9 pemain lain. Andik menjadi salah satu dari dua wakil Asia Tenggara dalam daftar ini. Pemain lain adalah Fareez Farhan dari Singapura. Ia bisa bermain sebagai gelandang atau penyerang. Usianya baru 17 tahun. Namun, namanya menyentak tahun lalu. Kala itu Fareez hampir pasti masuk ke Dinamo Zagreb. Namun, rencana kepindahannya ke juara Kroasia itu terkendala usia yang masih belia dan masalah administrasi.
Daftar 10 Pemain Asia Paling Potensial Tahun 2012 adalah sebagai berikut.
  1. Hiroshi Kiyotake (Jepang)
  2. Shin Young-Rok (Korea Selatan)
  3. Yu Hanchao (China)
  4. Fahad Al-Enezi (Kuwait)
  5. Ibrahim Ghaleb (Arab Saudi)
  6. Pak Song-Chol (Korea Utara)
  7. Ali Ashfaq (Maladewa)
  8. Amer Shafia (Yordania)
  9. Andik Vermansyah (Indonesia)
  10. Fareez Farhan (Singapura)